Pengabdian kepada masyarakat
Mahasiswa selayaknya seorang insan akedemis akan mencari suatu kebenaran dan keingintahuan yang akan menjawab tantangan di masa depan. Pencarian jati diri sebagai seorang mahasiswa adalah salah satu jawaban untuk menjawab kebenaran dan keingintahuan tersebut. Jati diri atau kita biasa sebut sebagai peran adalah hal yang fundamental untuk mengetahui siapa kita, kenapa kita disini, apa tujuan kita, dll. Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak akan telontar dalam benak kita, bila kita yang pemikir ini adalah seorang yang egois, yang tidak peka dengan keadaan sekitar.
Kita mungkin telah menjawab peran kita disini, menjawab kebenaran dan keingintahuan tersebut. Namun kita pu n tahu, bahwa setiap orang memiliki hak untuk menjawab sesuai dengan pemikiran sendiri. Entah apa saja jawaban yang muncul dari pertanyaan diatas apalagi dengan begitu banyak perbedaan yang terjadi. Namun, dengan perbedaan tersebut, membuat kita sebagai mahasiswa terus berpikir kritis, apa yang semestinya kita lakukan. Penjaga nilai, agen perubahan, dan cadangan masa depan apakah menjawab tantangan tersebut. Mungkin, ketiga peran yang disebutkan tersebut terjawab karena kita berusaha peka terhadap keadaan nyata yang terjadi disekitar kita. Misalnya penjaga nilai, mahasiswa yang bisa dikata memiliki intelektual yang lebih karena memiliki kesempatan, mau tidak mau akan tahu mana yang benar secara ilmiah dengan yang tidak. Setiap apa yang kita miliki pasti punya pertanggungjawabannya. Tanggung jawab terhadap hal tersebut menjawab coba bayangkan bila mahasiswa yang memiliki tanggung jawab tersebut melepas tanggung jawabnya, nilai-nilai kebenaran yang ada pada masyarakat akan lenyap. Masyarakat yang beradab dan beretika akan lenyap.
Sama halnya dengan kita sebagai agen perubahan. Kemajuan dan kebangkitan suatu bangsa terjadi karena adanya suatu perubahan. Perubahan menuju kearah yang lebih baik. Namun perubahan itu tidak akan pernah terjadi bila kita tak pernah belajar dari apa yang telah kita perbuat. Maksudnya, apakah kita bisa maju, bila kita tak pernah belajar dari kesalahnya sendiri. Pernyataan diatas mempertanyakan sikap kita seorang mahasiswa. Seorang yang selalu belajar, meneliti, dan selalu mencoba. Belajar memang kewajiban seorang mahasiswa, tapi dari hal tersebut kita juga punya tanggung jawab. Kita tahu kan, bahwa dalam belajar, kesalahan adalah adalah suatu pelajaran yang berharga. Kita jangan salah artikan, hal ini disebut suatu pelajaran bila kita tidak berbuat lagi hal tersebut di kemudian hari, bahkan kita seharusnya, dari kesalahan tersebut, kita harus lebih baik daripada sebelumnya.
Namun, apa hubungannya dengan tanggung jawab. Singkat saja, bila orang-orang sekitar kita tidak mengalami perubahan kearah yang lebih baik pada hari-harinya, apakah kita sudah belajar?. Pertanyaan ini mempertanyakan tanggung jawab kita.
Apakah kalian bayangkan saat anda mendapatkan kesempatan untuk jadi seorang mahasiswa, berapa banyak yang kalian putuskan harapannya, hilangkan cita-citanya, bahkan mimpi indah mereka. Memang kita tidak tahu siapa saja mereka, tapi itulah yang terjadi. Seberapa beruntugnya kita, berapa harga yang harus kita bayar untuk ini semua. Salah satu harganya adalah tanggung jawab.
Sekarang saya bertanya pada mahasiswa, apakah pengabdian kepada masyarakat merupakan suatu kebutuhan untuk menjawab tantangan diatas ataukah menjadi sesuatu yang harus dilakukan oleh seorang mahasiswa selayaknya peran mereka.
Apapun yang terjawab nantinya, saat mahasiswa menjawab sendiri Kebutuhan ataupun kewajiban mereka, masyarakat sekitar kita telah berharap pada kita. Pertanyaannya pun berubah, lalu siapa lagi?
babang